Rabu, 11 November 2020

Tips Sehat Dalam Bersepeda

 


Aktifitas yang paling aku gandrungi di tengah pandemi yang mengharuskan kita meminimalisasi beraktifitas di luar rumah ini adalah rebahan. Wkwkwk. Sembari nonton-nonton drama Korea yang pemerannya kece abiz plus nyecroll beberapa pesan chat yang sebenarnya tidak pernah ada spesial-spesialnya (Maklum gaes, jomblo). Naas, lama kelamaan badanku serasa pegal-pegal tidak karuan. Setelah periksa ke dokter, ternyata aku kurang gerak. Ampuuuuun! Dokterpun menyarankan aku untuk berolah raga sepeda. Kata beliau, disamping aku bisa olah raga, bersepeda juga bisa me-refresh otakku yang stres karena terkekang di rumah. Dengan bersepeda, aku bisa sambil jalan-jalan keliling komplek. Hmmm, ok lah olah raga tersebut yang aku pilih. Namun, setelah beberapa hari aku bersepeda, tubuhku semakin tidak karuan. Haduh, aku langsung kapok. Nah lho?

Suatu waktu, pada saat melakukan kegiatan rutin favorit (Rebahan, cuy), kebetulan aku melihat satu pesan di WA group yang menginformasikan sebuah even seminar online bareng komunitas sepeda pada hari Sabtu 7 November 2020 melalui aplikasi zoom meating dan youtube live. Seminar yang dipandu oleh host kece Mas Yosh Aditya ini diisi oleh para narasumber yang ahli di bidang persepedaan. Mereka adalah dr Riskiyana S. Putra, M. Kes (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat), Dr. Sonny Harry B. Harmadi (Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19), Poetoet Soedarjanto (Ketua Bike to Work Indonesia), dan Azwar Hadi Kusuma (Founder Indonesia Folding Bike Community). Of course, aku langsung daftar dalam acara tersebut. Aku tertarik untuk megetahui tips dan trik bersepeda dengan baik. Bersepeda yang memang seharusnya membuat kita sehat, tidak pegal-pegal dan tentunya tidak bikin kapok.



Ketika tiba hari-H, aku sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara tersebut, hingga sampai di penjelasan salah satu pemateri yang menjabarkan tips bersepeda agar kita menjadi sehat. Beliau adalah bapak Potoet Soedarjanto yang mengatakan bahwa bersepeda tidak seharusnya membuat kita sakit. Bersepeda seharusnya membuat kita sehat. Namun apabila tidak demikian, maka tentu ada yang salah dalam bersepeda. Agar bersepeda benar-benar membuat kita sehat, kuncinya adalah;

Antusiasme teman-teman ketika mengikuti seminar

1.      Kita harus mengetahui dan mengenali diri kita

Sebelum bersepeda, pastikan seberapa kuat kita untuk menempuh jarak yang akan kita tempuh. Jangan terlalu memaksakan diri yang akhirnya malah akan membuat kita berhenti untuk bersepeda. Bagi pemula, jangan terlalu ngoyo untuk mengambil jarak tempuh yang jauh dengan kondisi jalan tanjakan atau turunan! Cukup bersepeda di jalan yang datar dulu dengan durasi waktu yang standar. Perhatikan juga asupan cairan tubuh dengan tidak menunggu haus untuk minum. Ketika bersepeda, minumlah air satu setengah kali lebih banyak dari cairan tubuh yang keluar menjadi keringat.

2.      Kita juga harus mengetahui sepeda kita

Kenali setiap bagian sepeda kita! Perhatikan posisi sadole, handlebar, dan juga pedal. Periksa crank apakah sudah menajam atau belum. Crank yang baik pada bagian ujungnya masih tumpul. Periksa juga handle bar, rem dan juga pastikan pedal terpasang dengan kuat dan putarannya berputar secara normal.

3.      Kita  juga harus mengetahui lingkungan kita.

Sebelum bersepeda, pastikan bahwa kita sudah mengenali jalan yang akan kita lalui! Tidak lucu kan kalau waktu enak-enak bersepeda tiba-tiba nyebur empang kayak video emak-emak yang viral itu? hahaha.

 

Nah, itu beberapa tips bersepeda yang aman menurut para ahli. Setelah aku mencoba tips-tips tersebut, aku bisa bersepeda secara rutin dan tentunya tubuhku menjadi lebih sehat, lho. Oh iya, karena masih pandemi, patuhi protokol kesehatan dalam bersepeda ya! Salah satunya dengan menggunakan masker yang cocok bagi pesepeda. Patuhi lalu lintas, hargai dan hormati pengguna jalan yang lain! Selamat meng-goes gaesss!!!


Sumber: Materi didapatkan dari seminar online Komunitas Sepeda

Selasa, 22 September 2020

Menemukan Batu Pirus di Pesisir Batu Bengkung

 


Batu Bengkung memiliki pesona tersendiri di hati para pecinta wisata pantai. Ia laksana pecahan permata batu pirus yang terserak di antara batu-batu mulia Kotapraja. Pun umpama seuntai dari untaian pualam yang terajut di sepanjang garis selatan Pulau Jawa. Setiap hati akan tertambat manakala sekali saja singgah dan menyentuh pasirnya. Atau bahkan akan terpana dengan hanya mendengar namanya saja. Tuhaaan! Betapa indahnya ciptaanmu ini.    

Secara administratif, Pantai Bengkung berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Pantai ini berada di selatan pusat Kota Malang dengan jarak kurang lebih 64 KM.

 

Keunikan Pantai Bengkung

Keunikan yang dimiliki oleh Pantai Bengkung ini adalah adanya kolam renang asin alami yang luas, yang ada di bibir pantai. Airnya sangat jernih dengan warna pirus yang sangat menawan. Walaupun ombak yang ada di pantai ini sangat ganas, tapi para pengunjung bisa aman berenang di cekungan yang membentuk kolam renang ini. Sebab hantaman ombak air laut akan dihalangi oleh batu karang yang tinggi membentang di sepanjang garis pantai. Apabila air laut surut, maka air dalam kolam ini akan hilang. Well! Usahakan kalau ke Pantai Bengkung pas lagi pasang ya!

Oh ya! Di pantai in terdapat bukit bernama Bengkung yang bisa didaki untuk melihat keagungan samudera hindia dari ketinggian. Di saat sore hari, bukit ini bisa dijadikan tempat untuk menyaksikan kemolekan fenomena matahari tenggelam. Untuk sampai di atas bukit, pengunjung diharuskan mendaki di jalan setapak yang sempit dan terjal. Tapi tetap aman kok, sebab pihak pengelola telah menyediakan tali untuk membantu pengunjung dalam melakukan pendakian.

 

Sejarah Penamaan Bengkung

            Nama Bengkung yang digunakan sebagai nama pada pantai ini diambil dari banyaknya bebatuan yang berada di sepanjang pantai. Bebatuan tersebut berupa gugusan yang membentuk lengkungan bak wanita yang sedang dibengkung yang dalam dalam bahasa Jawa, bengkung berarti nama dari kain panjang berupa selendang yang digunakan tali pengikat jarik. Tali tersebut biasa digunakan setelah para ibu melahirkan, hal ini dimaksudkan agar perut sang ibu bisa kembali ramping pasca melahirkan.

 

Aktifitas Wisata

            Banyak sekali kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pantai ini. salah satunya dan of course adalah berenang di kolam renang alami. Selain itu, kita juga dapat menyaksikan keindahan sunset di atas bukit bengkung. Satu lagi yaitu kita juga bisa berkemah di sini.




Harga Tiket Masuk

            Untuk tiket masuknya, pengunjung hanya dikenai biaya sekecil Rp. 7.500 saja per orang. Dengan tambah Rp. 5.000 untuk biaya parkir roda dua dan Rp. 10.000 untuk biaya parkir mobil.

 

Kuliner

            Tentu ini juga agenda wajib yang kudu dilakukan. Well! Di Pantai Bengkung, kita juga bisa menemukan aneka makanan seafood yang siap menggoyang lidah kita. Harganya sangat terjangkau, kok.

 

Fasilitas

            Fasilitas umum yang tersedia di pantai ini, tentunya adalah tempat beribadah bagi kaum muslim dan juga toilet.

 

Rute

            Untuk menuju Pantai Bengkung, terdapat dua pilihan rute. Pertama, dari Kota Malang, kita bisa mengambil arah Gondanglegi untuk kemudian lurus ke selatan menuju Kota Bantur. Setelah itu, ikuti arah menuju Pantai Balekambang. Ketika sampai di perempatan jalur lintas selatan, pilih arah ke kiri dan berjalan sejauh kurang lebih 12 KM/ 18 menit dan kemudian kita akan menemukan papan informasi bertuliskan “Pantai Bengkung”.

            Kedua, dari Kota Malang kita juga bisa mengambil rute Turen untuk kemudian lurus ke arah Sumbermanjing Wetan. Kemudian ikuti arah ke Pantai Sendang Biru. Juga di perempatan jalur lintas selatan yang ada di sini, belokkan setir kendaraan ke kanan sejauh kurang lebih 18 KM dan kita juga akan menemukan papan nama “Pantai Bengkung”.

 

Minggu, 20 September 2020

Kedung Darmo: Menilik Pesona Air Terjun di Malang Selatan



Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang tidak hanya indah dengan wisata pantainya saja lo, seperti Pantai Balekambang yang berjuluk Tanah Lotnya Jawa Timur. Tapi Bantur juga cantik dengan wisata Air Terjunnya. Salah satunya adalah Air Terjun Kedung Darmo yang ada di Desa Srigonco.  Air terjun ini dianugerahi kecantikan yang luar biasa. Cobannya yang bertingkat dengan kondisi alam yang sangat asri, juga airnya yang jernih dengan warna berlian hijau tosca yang benar-benar mengagumkan.

Keberadaan Kedung Darmo ini benar-benar masih tersembunyi. Akses menuju kawasan air terjun masih sangat sulit. Jalannya yang terjal dan curam menuntut para pengunjung untuk selalu berhati-hati. Bagi kalian yang tertarik untuk kesini, sangat disarankan untuk menggunakan sandal gunung. Sedangkan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Kedung Darmo adalah pada saat musim kemarau. Pada musim itu, selain jalannya yang tidak licin, kita bakalan aman dari banjir.

Akses Menuju Air Terjun

 

Aktifitas Wisata

Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di Coban Kedung Darmo adalah memancing, berenang di jernihnya air berwarna hijau tosca dan tentunya juga berfoto ria. Bagi kalian yang suka berpetualang, menyusuri asrinya hutan juga indahnya terasering persawahan adalah pilihan yang sangat tepat.


Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di wisata air terjun ini adalah lahan parkir kendaraan roda dua dan empat yang cukup luas. Toilet umum dan aneka jajanan ringan juga tersedia di sini. Namun bagi kalian umat muslim, fasilitas tempat ibadah belum tersedia di sini, ya.

 

Tiket 

Ketika melihat papan informasi, untuk tiket masuk pengunjung hanya diharuskan membayar tiket parkir seharga Rp. 5000 saja. Sedangkan papan informasi untuk harga tiket masuk, aku tidak menemukannya.  Waktu aku berkunjung ke Kedung Darmo bersama sepupuku yang sama-sama suka jalan-jalannya, wisata ini masih ditutup akibat adanya pandemi Covid-19. Tapi, karena kami masih warga Bantur, jadi tidak masalahlah. Hitung-hitung main di rumah sendiri. Hahaha. Oh iya, lagipula waktu aku kesini adalah H+ 4 hari setelah diumumkannya new normal. (Dich, nyari pembenaran. hahaha).

 

Rute

Akses menuju Coban Kedung Darmo sangatlah mudah. Dari pusat Kota Malang, ambillah rute menuju Kecamatan Bantur. Setelah sampai di pasar Bantur, kalian bisa tanya ke warga sekitar. Santai! Semua warga Bantur ramah-ramah kok. Hehehe. Tapi seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, kalian cukup bertanya pada goggle maps. Don’t worry! Hampir di semua daerah ini sudah ramah dengan berbagai jaringan internet kok, so, kalian gak bakal dibikin nyasar. Hahaha. Eits, Gimana. Yakin gak mau kesini?

 

Sabtu, 27 Juni 2020

Pantai Keren Dekat Kedung Tumpang

 

Hallo travelers!

Beberapa bulan "di rumah saja" pasti membuat travelers haus akan udara segar? Mengintip senja yang malu-malu keluar dari sarangnya, sunset yang perlahan-lahan melambaikan tangan, maupun berjalan di atas hamparan karpet hitam yang panjang menjuntai. Sebut saja jalan-jalan. (Hahaha)

Sudah saatnya kita melakukan semua itu kawan. Eits, tapi tunggu dulu. Jangan sampai kita menjadi salah satu pendonor angka statistik kasus covid-19. Kita harus tetap mematuhi protokol dari pemerintah, jangan lupa sertakan hati nurani dan rasi yang tepat.

Baik lah travelers, kita tidak akan bertele-tele membahas covid-19 karena itu bukan porsi kita. Kami hanya ingin mengajak travelers untuk  untuk menjelajahi keindahan bumi pertiwi kita yang elok nan permai ini.

Travelers pasti tidak asing dengan wisata Kedung Tumpang yang berada di Tulungagung bagian selatan. Betul! Tempat wisata itu sudah sangat masyhur di kalangan travelers. Laguna-laguna alami yang indah bagai kolam di pinggir laut, batu karang yang menawan dan luas, deburan ombak yang menghantam karang, dan masih banyak lagi keindahan di tempat itu.

https://www.pantainesia.com/pantai-kedung-tumpang

Sumber : www.pantainesia.com